Keterangan Gambar : Sejumlah Guru Buat Pernyataan Penolakan Namanya Dibawa Soal Pergantian Kepala Sekolah (mitra)
MITRA TV LAMPUNG.COM -
Seputihagung.
Sebanyak 14 guru dan 4 pegawai SMPN 1 Seputihagung, Kabupaten Lampung Tengah membuat pernyataan, 5 guru tidak tanda tangan tapi juga menolak (waktu tanda tangan ybs tidak ada di tempat), menolak poin 3, Surat Perintah Tugas yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Lamteng, Nomor: 800.1.11.1/218/03/D.a.VI.01/2025, tanggal 28 Mei 2025 yang ditandatangani Kepala Dinas Dr. Nurohman, tentang pergantian Pelaksana Harian (Plh) Margiyanti.,S.Si, menggantikan Plh Dr. Rias Tusianah., S.Pd.,M.Pd, menjadi Kepala SMPN 1 Seputihagung.
Pada point 3, Dasar Surat Perintah berbunyi: Surat Permohonan Dewan Guru SMPN 1 Seputihagung perihal pergantian Plh. Kepala sekolah an. Dr. Rias Tusianah., S.Pd.Pd.,M.Pd.

Budiono.,S.Pd.,M.Pd, salah seorang guru disana menyatakan tidak pernah menandatangani surat pernyataan atau permohonan minta pergantian Plh. Kepala sekolah an. Dr. Rias Tusianah, seperti yang ada pada SP dinas pendidikan.
"Saya dan teman-teman tidak pernah menandatangani surat permohonan pergantian Plh. Kepala sekolah ibu Rias Tusianah. Kalaupun ada mana suratnya dan tunjukkan kepada kami semua," ujar Budiono, kepada Mitra TV Lampung.Com, Senin petang (09/06/25).
Menurut mantan kepala SMPN 1 Gunungsugih itu, sebaiknya Dinas Pendidikan Lampung Tengah, meng- "cros-check" dulu ke bawah, karena membawa nama guru.
Dengan pergantian Plh kepala sekolah yang menyeret nama guru, membuat para guru gaduh dan tidak nyaman dalam proses belajar mengajar disekolah tersebut.
"Guru jangan dikambing hitamkan. Guru jangan diadu domba. Tugas guru adalah proses pembelajaran, mendidik anak disekolah agar anak menjadi cerdas. Jangan dibawa-bawa urusan kepentingan, apalagi soal politik," ujar Budiono, yang juga seorang dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di Lampung itu.
Budiono menegaskan, jika sekolah ingin maju, hendaknya jangan gonta-ganti kepala sekolah, alasanya program kepala sekolah baru dihalankan sudah diganti
"Inikan masih dijabat Plh dan belum lama, kok sudah digantikan Plh lagi. Ini ada apa," tegas Budiono.
Senada dengan Budiono, para guru di SMPN 1 Seputihagung, Sundari.,M.Pd., dan Suryono. S.Pd, juga mengaku tidak pernah menandatangani surat permohonan pergantian Rias Tusianah sebagian kepala SMPN 1 Seputihagung.
Bahkan Suryono mengancam akan mempidanakan mereka yang memalsukan tandatangannya, jika ada yang membawa namanya masuk dalam daftar guru yang meminta pergantian.
"Guru tidak dukung-mendukung, siapapun kepala sekolahnya. Tugas guru mengajar agar anak pintar dan sekolah menjadi bagus. Jadi jangan dibawa-bawa ke urusan pergantian pimpinan," katanya.
Sementara mantan Plh. Kepala SMPN 1 Seputihagung, Dr. Rias Tusianah mengatakan tetap akan menghormati keputusan Dinas Pendidikan Lamteng, karena itu merupakan perintah atasan.
SMPN 1 Seputihagung, merupakan salah satu sekolah terbaik di Lampung Tengah.
Meski sudah lama berdiri, sekolah ini baru 4 kali ganti kepala sekolah antara lain, Herman, Hesti, Hadi Suhartanto, dan Rias Tusianah.
(lamin)
Tulis Komentar