Dampak Pergantian Kepala SMP di Lampung Tengah, Muncul Dua Raport dan SKL, Membingungkan Orang Tua

$rows[judul] Keterangan Gambar : Dua SKL di SMPN 1 Seputihagung yang Membingungkan Wali Murid (mitra)

MITRA TV LAMPUNG.COM - Seputihagung.

Pergantian Pelaksana Harian Kepala  SMPN 1 Seputihagung, Kabupaten Lampung Tengah, berdampak pada munculnya dua rapor dan dua surat keterangan lulus (SKL) bagi siswa yang dinyatakan lulus. Kondisi ini tentu membingungkan orang tua atau wali murid.

Rupanya 262 raport dan SKL yang sudah ditandatangangi, Plh kepala sekolah lama, Dr. Rias Tusiana dan telah dibagikan kepada siswa pada Senin 02 Juni 2025, harus ditarik kembali pada Rabu, 04 Juni 2025,  digantikan oleh raport dan SKL yang ditandatangani Plh kepala sekolah baru, Margiyanti.,S.Si.


Padahal sebagian Raport yang ditandatangani Plh lama sudah digunakan untuk mendaftarkan ke SMA/SLTA.

"Ini sangat membingungkan mas. Anak saya di hari terakhir masa pendaftaran masuk SMA, masih bingung raport dan SKL mana yang akan digunakan. Ini membingungkan," ujar seorang wali murid,  asal Simpangagung. 

Sejumlah wali murid mengancam akan mempidanakan pihak sekolah, jika SKL yang sudah digunakan akan berpengaruh pada penerimaan anaknya di SMAN.

"Nampak sekali Plh yang baru ini haus dengan jabatan. Sekolah mana yang mengeluarkan dua raport dan SKL. Ini hanya di SMPN 1 Seputihagung," ujar seorang wali murid yang enggan namanya ditulis.

Sementara itu seorang tokoh masyarakat mengatakan penerbitan raport dan SKL baru berpotensi cacat hukum.

Wali murid di sana, menyayangkan penerbitan rapor dan SKL ganda, sehingga membingungkan. 

" Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lamteng apa tidak memahami dampaknya. Ini bisa berdampak cacat hukum," kata seorang tokoh pendidikan di Lingkup UT Seputihagung.

Mantan kepala SMPN 1 Seputihagung Dr. Rias Tusianah merasa heran dengan munculnya rapor dan SKL yang ditandatangani oleh pejabat baru.

" Saya juga heran kok raport dan SKL yang saya tandatangani dan sudah dibagikan ke siswa, harus ditarik dan digantikan dengan yang baru. Ini aneh, dan baru terjadi disini," ujar doktor yang kini sebagai guru biasa di SMPN 1 Seputihagung, saat ditemui Mitra TV Lampung.Com di kediamannya, Kamis (05/06/25).

Dengan pergantian kepala sekolah itu, Dr. Rias Tusianah mengaku siap melaksanakan tugas sebagai guru, apapun konsekuensinya karena itu perintah atasan.

Namun Rias menyayangkan dengan terbitnya  rapor dan SKL baru,  karena  menghamburkan dana dan kurang tepat. 

"Mereka yang memiliki kepentingan dalam dunia pendidikan seharusnya lebih arif dan bijak dalam mengambil keputusan. Jangan malah membikin gaduh," tambah Tusianah.

Sebelumnya diberitakan, heboh pergantian Plh Kepala SMPN di Lampung Tengah,  Plh Digantikan Plh.


(lamin)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)