Warga Gunungagung, Desak Bupati Lampung Tengah Tindak Oknum Kepala Kampung yang Diduga Jual Bansos

$rows[judul] Keterangan Gambar : Sejumlah Warga Gunungagung Terusannunyai Lamteng Kirim Surat kepada Bupati dan Instansi Terkait (mitra)

MITRA TV LAMPUNG.COM  -

Terusannunyai. 

Sejumlah warga Kampung Gunungagung,  Kecamatan Terusannunyai Kabupaten Lampung Tengah mendatangi Kantor Bupati dan DPRD Lampung Tengah, pada Rabu (26/03/25). 

Mereka juga mendatangi kantor Gubernur Lampung,  DPRD Provinsi Lampung,  Kapolda Lampung,  serta Kejaksaan Negeri dan Kapolres Lampung Tengah.

Kedatangan para tokoh itu menyampaikan surat kepada pejabat tersebut untuk segera menindak tegas oknum Kepala Kampung Gunungagung yang diduga telah menjual beras Bansos senilai ratusan juta rupiah,  dan kasusnya kini ditangani Polres Lampung Tengah. Surat tersebut ditandatangani sekitar 40-an tokoh masyarakat,  dan tokoh pemuda Gunungagung. 


"Saya kirimkan surat atas aspirasi masyarakat kepada Bupati Lampung Tengah agar segera mengambil tindakan tegas kepada oknum kepala kampung kami. Setidaknya di Plt-kan," ujar Taufik, seorang tokoh masyarakat Gunungagung kepada media ini, Rabu sore (26/03/25). 

Menurut Taufik apabila Bupati Lampung Tengah, atau pejabat terkait selama 10x24 jam setelah surat diterima, belum juga melakukan tindakan kepada oknum Kepala Kampung Gunungagung itu, pihak masyarakat mengancam akan melakukan aksi demo besar jilid dua, setelah Idul Fitri 2025," tegas Taufik. 

Sebelumnya pada tanggal 24 Februari 2025, ratusan warga Gunungagung juga melakukan aksi demo ke kantor Bupati Lampung Tengah dan Balai Kampung Gunungagung. 

Mereka meminta Bupati Lampung Tengah segera menindak Oknum Kepala Kampung mereka, Skr.

Massa menyegel Kantor Kepala Kampung dan Balai Kampung Gunungagung. Karena penyegelan itu, hingga saat ini tidak ada aktifitas pemerintahan kampung di Balai Kampung Gunungagung yang terletak di pinggir Jalan Lintas Timur Sumatera Lampung Tengah tersebut.


(pakman)

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini Tulis Komentar

  1. Makin kesini makin banyak kasus korupsi

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)