Keterangan Gambar : Mobil Pengangkut Batu-bara Putar Arah (chepin)
MITRA TV LAMPUNG.COM - Way Pengubuan. Sejumlah warga Tiga Kampung: Banjaratu, Candirejo dan Tanjungratu Kecamatan Way Pengubuan Lampung Tengah menolak mobil angkutan batu-bara melintasi Jalinsum Lampung Tengah.
Aksi damai warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Tiga Kampung (FMTK) pada Selasa malam Rabu (25/06/24) dimulai pukul 20.00 Wib, perbatasan Lampung Tengah dan Lampung Utara.
Dalam aksi itu FMTK meminta mobil yang mengangangkut batu-bara putar arah kembali ke arah LampunLampung Utara.

Sejak aksi pukul 20.00 Wib hingga berita ini di turunkan sudah sekitar 17 mobil Tronton dan coltdiesel yang diminta putar arah.
Tampak di tugu perbatasan, Kapolsek Way Pengubuan AKP. Akmaludin, Camat Way Pengubuan Elphin M. Zubair, sejumlah anggota Polres dan Kodim Lampung Tengah.
Ketua Aksi FMTK Madri Daud didampingi Korlap M. Lubis mengatakan aksi ini dilakukan karena Jalinsum yang rusak akibat kendaraan pengangkut Batu-bara melebihi tonase.
"Akibat angkutan Batubara yang melebihi muatan banyak jalan rusak. Itu yang menyebabkan kecelakaan lalu-lintas. Beberapa korban jiwa melayang,"ujar Madri Daud.
Menurut Madri Daud aksi damai warga akan terus dilakukan sampai perusahaan pengangkut batu-bara tidak melintasi jalan umum.
"Kami mohon aparat dan pemerintah duduk bareng membahas persoalan ini," tambahnya.

(chaepin)
Tulis Komentar