Sempat Tegang Purnakarya Dengan Pengurus Koperasi Saat Pra RAT KJGM di GSG Gunung Madu

$rows[judul] Keterangan Gambar : RAT KJGM Tahun Buku 2024 Gunung Madu Lampung Tengah (mitra)

MITRA TV LAMPUNG.COM  -

Terusannunyai. 

Sejumlah anggota Koperasi Jasa Gunung Madu (KJGM) sempat tegang dengan pengurus saat Pra Rapat Anggota Tahunan 2024 di Site H2 Gedung Serba Guna PT. Gunung Madu Plantations,  Gunung Batin Kecamatan Terusannunyai Lampung Tengah,  Senin (17/03/25). 

Ketegangan terjadi saat sesi tanya jawab. Seorang pensiunan H. Sardjono menanyakan kepada pengurus, soal jual-beli lahan HGU seluas 1.400 hektar milik anggota yang dikelola koperasi sudah dijual?

"Karena infonya sudah di DP 5% ya saya tanyakan kepada pengurus koperasi. Pengurus menjawabnya sudah," ujar H. Sardjono, kepada media ini dikediammannya Perumahaan Griya Madu Yukumjaya, Selasa (18/03/25). 

Menurut Sardjono dalam Pra RAT itu ketua KJGM Iwan Kurniawan menjelaskan penjualan tanah HGU seluas 1.400 Hektar sudah berdasarkan RAT. 

( tahun buku 2023 ) Pada saat itu KJGM  memberi nilai harga Rp107 - 135 juta per hektarnya.

Ternyata harga jualnya sekarang ini senilai antara Rp80 - 100 juta per hektarnya. Dan sudah di DP oleh perusahaan kepada koperasi sebesar 5 persen. " Pembayaran DP sudah sejak 24 Desember 2024," ujar  Sardjono. 

Tentunya saja mendapat penjelasan pengurus KJGM para anggota dari kalangan Purnakarya merasa kecewa. Sardjono dan Purnakarya lainnya tetap belum menerima penjualan tanah itu, karena harganya sangat murah. 

Sedangkan para purnakarya minta harga jual 200jt/Ha.

"Saya dan  anggota Purnakarya lainnya tetap belum menerima penjualan tanah dengan harga segitu. Itu murah banget," ujarnya.

Pra RAT KJGM 2024 dihadiri 200-an perwakilan anggota Purnakarya dan pabrik.

Hadir pada saat itu ketua KJGM Iwan Kurniawan, Sekretaris Darlis dan Bendahara Diky serta  Badan Pengawas Hasan dan Tetri.


(zen sunarto)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)