Keterangan Gambar : Petani Memanfaatkan Air Limbah (Ipal) GBU Untuk Tanaman Padi (mitra)
MITRA TV LAMPUNG.COM -
Way Pengubuan.
Sejumlah petani di Kampung Putra Lempuyang, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah memanfaatkan air limbah peternakan sapi untuk pupuk pertanian.
Air dari bak penampungan terakhir (Ipal) kotoran sapi sangat cocok sebagai pupuk kompos penyubur tanaman padi dan palawija. Dengan menggunakan air limbah petani mengaku tidak lagi menggunakan pupuk kimia apapun, sehingga sangat menguntungkan para petani.
Petani di Putra Lempuyang merasa terbantu dengan adanya limbah peternakan sapi milik PT. Guna Bakti Usaha (GBU).

"Saya memanfaatkan air limbah kotoran sapi sejak dulu mas. Ini lihat tanaman padi sangat subur, padahal umur padi baru 36 hari dan ini musim gadu," ujar Abdul Wahid, petani asal Dusun Bandarejo Kampung Putra Lempuyang, kepada Mitra TV Lampung.Com, Selasa (17/06/25)
Menurut Abdul Wahid petani memanfaatkan air limbah dari peternakan Guna Bakti Usaha (GBU) yang mereka bendung dari parit pembuangan.
Kondisi itu sudah mereka lakukan bertahun, setiap musim tanam tiba baik musim rendengan maupun musim padi gadu.
"Panen musim rendeng hasilnya bagus mas. Pokoknya sangat membantu petani," tambahnya. Para petani bahkan memohon kepada perusahaan dapat mengairkan limbah ke sawah mereka setiap saat diperlukan.
Petani lainnya Turiman juga mengaku sangat terbantu dengan adanya pupuk kompos dari air pembuangan Ipal.
"Kami disini memohon kepada pihak perusahaan memperlancar pembuangan limbah yang bermanfaat itu. Coba kalau tidak ada air limbah, berapa duit yang harus dikeluarkan untuk membeli pupuk kimia," ujar Turiman, yang diamini Ngatijo, petani lainnya.
Air limbah kotoran sapi sangat diperlukan petani sebagai pupuk penyubur tanaman. Petani merasa terbantu dengan adanya limbah peternakan sapi, karena mereka tidak lagi memakai pupuk kimia yang cukup mahal.
(zen sunarto)
Tulis Komentar