BPK dan Warga Minta Kadus yang Diduga Selingkuh Dengan Warga Poncowati Dipecat

$rows[judul] Keterangan Gambar : Foto : Ketua BPK dan Sejumlah warga poncowati berkerumun

BPK dan Warga Minta Kadus yang Diduga Selingkuh Dengan Warga Poncowati Dipecat


MITRA TV LAMPUNG.COM -  Terbanggibesar. Kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan Kepala Dusun (Kadus) C1, Kampung Poncowati, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah mendapat reaksi keras dari Ketua BPK dan Tokoh masyarakat setempat.

Menurut Ketua BPK Kampung Poncowati Djoko Slameto, dirinya baru mengetahui ada warga Kampung setempat yang digerebek sedang berduaan didalam rumah bersama Kadus pada Minggu Siang (10/3/2024).

"Jadi secara Kelembagaan BPK adalah partner kepala kampung, dalam kasus ini saya selaku ketua BPK mengambil sikap yang bersangkutan harus diberhentikan dengan tidak hormat karena telah mencoreng aparatur secara keseluruhan," tegasnya.

Masih dikatakannya, "dalam hal ini tidak ada tendensi apapun, jika diganti atau diberhentikan dengan tidak hormat dirinya meminta untuk diadakan pemilihan secara langsung dan terbuka dengan kriteria yang telah ditetapkan".

"Sampai dengan saat ini BPK tidak pernah diajak komunikasi dengan kepala kampung. Ternyata kejadian ini sudah yang kedua dengan pelaku dan wanita yang sama. Saya dapet informasi bahwa pada Januari 2024 pelaku sudah pernah disidang dibalai Kampung. Jadi intinya Saya mendesak kepala kampung untuk segera memberhentikan yang bersangkutan," tegasnya lagi.

Sementara itu, tokoh agama Kampung Poncowati H.M Abdul Aziz MZ.,SH.,M.HI mengatakan, "terkait permasalahan ini sejatinya telah mencoreng nama baik aparatur Kampung Poncowati, karena merupakan pelanggaran etika yang luar biasa. Jangankan yang waras, orang gila sekalipun tidak akan mendukung".

"Kalau perangkat desa sudah kehilangan etika itukan cacat moral, harusnya diproses penegakan hukum. Kemudian, ditengah masyarakat itukan moral etika, jadi sudah tidak pantas. Tinggal mau tidak tegakkan hukum itu. Jika tidak, selamanya tidak akan bagus, apalagi dia adalah perangkat kampung. Jadikan pelanggaran etik yang luar biasa. Saya mendukung apabila pemerintah tegas," ujarnya.

Disisi lain, beberapa warga Kampung Poncowati, meminta kepada Pemerintah Kampung untuk segera memberhentikan perangkat desa (Kadus) yang telah mencoreng nama baik kampung.

Bahkan, informasi yang bersangkutan diketahui telah dikeluarkan dari grup, karena sudah tidak pantas.

"Jangankan etika, sopan santun, tatakrama. Dosa aja ditabrak karena nafsu menghancurkan marwah kakam dan kampung," ujar salah satu warga dalam grub WhatsApp.

Komentar lain juga mengatakan, "Duh....kita berdarah merah mikirin kampung....iki golek darah putih ...semoga tobat ya lhur....rodo angel iki tambane...kadus ganti sopo iki???...wilayahku banyak anak2...sampe yg tua jadi anak2 juga...angel". Pungkasnya

(tim MitraTvLampung)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)