Keterangan Gambar : Pabrik Tapioka Sepakat Harga Singkong Sesuai Keputusan Gubernur Lampung (mitra)
MITRA TV LAMPUNG.COM -
Bandarlampung.
Kabar gembira bagi petani singkong, bahwa ada 12 pemilik pabrik tapioka di Lampung sepakat mengikuti harga singkong Rp1350/kg dengan rafaksi 15 persen, yang ditetapkan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Artinya dari 72 pabrik di Lampung, baru Widarto alias Akaw 12 pemilik pabrik tapioka menyatakan langsung kepada Gubernur Lampung, di ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur, Selasa (25/11/25).
Mereka menyadari harga patokan yang diputuskan dengan rafaksi 15 persen menjadi jalan keluar kemelut harga singkong setahun ini.
Para pengusaha yang menyerap produksi singkong 15 ribu lebih petani yang membudidayakan komoditas ini akan kembali secara bertahap membuka pabriknya.
Gubernur Mirza berharap petani, industri, dan pemerintah sama-sama berjuang demi kesejahteraan bersama.
Gubernur Mirza berharap para pengusaha yang jumlahnya tak banyak juga senantiasa kompak untuk menyepakati harga yang tak merugikan petani.
"Saya berharap pertemuan ini menjadi langkah awal stabilisasi tata kelola singkong," harapnya.
Akaw juga mengajak rekan-rekan bisnisnya ikut sama-sama berjuang demi kesejahteraan bersama petani singkong. Dia menilai sudah saatnya diakhiri kegaduhan berkepanjangan terkait harga singkong. Meski faktor pematiknya macam-macam.
Menurut Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, pengusaha membeli Rp.1350/kg dengan kriteria: ubi kayu harus bebas tanah, batu, dan kotoran lainnya;
bebas bonggol.
Lainnya, singkong tidak tercampur materiaĆ selain umbi, usia tanaman minimal 8 bulan, dan kondisi ubi kayu dalam keadaan baik, tidak busuk, tidak terkontaminasi bahan kimia atau zat berbahaya.
Sebelumnya, Gubernur Mirza mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) No.36 Tahun 2025 tentang Tata Kelola dan Hilirisasi Ubi Kayu serta SK Gubernur Nomor 745 Tahun 2025 tentang Harga Acuan Dasar Pembelian Ubi Kayu pada 10 November 2025.
Hasil pemantauan Mitra TV Lampung.Com, Anjloknya harga singkong di Lampung membuat sejumlah petani beralih menanam komoditas lain seperti jagung dan padi.
(tamrin)
Tulis Komentar